Rabu, 08 Juli 2015

Fenomena Kemiripan Angka Nol (0) dan Huruf O

Fenomena Kemiripan Angka Nol (0) dan Huruf O
By : Yunita


Seluruh negara di dunia hampir tidak ada yang tidak mengenal angka, semuanya mengenal angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 0. Angka adalah ruhnya matematika, apa jadinya jika Matematika tanpa angka??? Tentunya hal ini akan sangat sulit sekali dibayangkan. Dari seluruh angka yang ada dari 0, 1 hingga 9, angka 0 merupakan angka yang paling akhir alias paling bungsu akan  kemunculanya. Sejak awal peradabannya, manusia telah memahami konsep ‘ada dan tiada’ konsep nol merupakan konsep yang relatif baru dalam sejarah peradaban manusia.


Gambar 1. Muhammad Ibnu Musa
      Al-Khawarizmi

Orang yang paling berjasa dalam memperkenalkan angka 0 di dunia ini adalah Al-Khawarizmi, sorang ilmuan muslim.
Al-Khawarizmi memperke-nalkan angka 0 melalui karyanya yang monumental dalam buku pertamanya, Al-Mukhtasar Hisab Al-Jabr al-Muqabalah (Ringkasan Perhitungan Al-Jabar dan Perba-dingan), Al-Khawarizmi memperke-nalkan angka nol yang dalam bahasa Arab disebut Shifr sekitar tahun 850 M. Dulu sebelum Al-Hawarizmi memrperkenalkan angka nol, para ilmuan menggunakan semacam daftar yang membedakan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya. Daftar yang dikenal sebagai abacus itu berfungsi menjaga setiap angka dalam bilangan agar tidak saling tertukar dari tempat atau posisi mereka dalam hitungan.
            Pada umumnya angka “0” memiliki bentuk yang hampir sama dengan huruf “O”. Terkadang dalam tulisan tangan biasa, angka dan huruf ini seringkali sulit dibedakan, yakni keduanya hampir terlihat sama, atau dalam istilah biologi sering dikenal dengan kembar identik alias monozygotik, yaitu mempunyai muka yang serupa. Namun beda halnya apabila dalam Biologi kembar itu berlaku untuk satu spesies yang sama, akan tetapi dalam hal ini terjadi adanya perbedaan spesies alias jenis, yakni yang satu merupakan angka dan satunya lagi merupakan huruf.
Mengapa angka nol dan huruf o ini memiliki kemiripan dalam segi bentuknya? Mungkin istilah Biologi branggapan angka dan hurup ini memiliki faktor genetik yang sama, akan tetapi bukan seperti genetik yang dikenal dalam mahluk hidup seperti memiliki struktur DNA yang sama dan lain sebagainya. Apabila di lihat dari aspek fisiknya, yakni dari segi sudutnya, huruf o itu berbentuk lingkaran tanpa titik pusat, sehingga bentuk tersebut tidak memiliki sudut sama sekali, begitu juga dengan angka nol sama tidak memiliki sudut, akan tetapi seiring berjalannya waktu, beberapa bentuk tulisan angka nol ini mengalami sedikit perubahan dan modifikasi, sehingga angka nol tidak berbentuk lingkaran sempurna sperti huruf o, namun agaka nol cenderung berbentuk lonjong.
            Nah, kemudian dalam proses sejarahnya angka nol ini ditemukan secara independen oleh orang-orang Babilonia, Maya, dan India (mes-kipun beberapa peneliti mengatakan sistem bilangan India terpengaruh oleh babilonia). Robert Kaplan, penulis “The Nothing of Zero”, mnunjukan bahwa bangsa Babilonia menggunakan sepasang simbol wedges miring, yakni seperti baji yang miring yang digunakan untuk mempresentasikan sebuah kolom nomor kosong.
Kemudian bangsa Maya mengembangkan nol dan menggunakannya di sistem kalender rumit mereka. Meskipun sangat terampil dalam bidang Matematika, bangsa Maya tidak pernah menggunakan angka nol dalam persamaan. Kemudian untuk konsep nol sendiri muncul pada bangsa India sekitar tahun (485 M), konsep nol ini muncul bukan dalam bentuk simbol melainkan dalam bentuk pengucapan yang diucapkan pada persamaan matematika, puisi, atau nyanyian.

Gambar 2. Robert Kaplan

Beberapa kata yang berbeda melambangkan nol, seperti “hampa”, “ruang”, atau “angkasa”. Pada tahun 628, seorang astronom dan ahli matematika India yang bernama Brahmagupta mengembangkan angka untuk nol, yaitu sebuah titik. Dia juga mengembangkan operasi matematika menggunakan nol, menulis aturan untuk mencapai nol melalui penambahan dan pengurangan, dan menggunakan nol dalam sebuah persamaan. Ini adalah pertama kalinya di dunia nol diakui sebagai jumlah tersendiri, baik sebagai sebuah ide dan simbol.

Gambar 3. Brahmagupta

Selama beberapa abad berikutnya, konsep nol terungkap di Tiongkok dan Timur Tengah. Menurut Nils-Bertil Wallin dari YaleGlobal, pada tahun 773 M, nol mencapai Baghdad di mana ia menjadi bagian dari angka Arab, yang didasarkan pada sistem India.

Gambar 4. Nils-Bertil Wallin

Seorang ahli matematika Persia, Muhammad ibnu Musa al-Khawarizmi, menyarankan bahwa lingkaran kecil harus digunakan dalam perhitungan jika tidak terdapat suatu nomor di tempat puluhan. Orang-orang Arab menyebut lingkaran ini sebagai “sifr” atau “kosong”.

 Babilonia (wedges miring)
 Maya (mata)
India (titik)

Gambar 5. Perkembangan simbol angka nol (0)

            Lalu bagaimana dengan huruf o ??? Huruf “O” itu adalah huruf latin modern yang ke-15 disebut o. Biasanya huruf ini melambangkan bunyi vokal belakang setengah tetrtutup bulat. Huruf  Huruf O berasal dari huruf Semitik `Ayin (mata) yang melambangkan konsonan, kemung-kinan konsonan desis hulu kerongkongan bersuara (ʕ), yang juga dilambangkan oleh huruf Arab ع (`Ayn). Huruf Semitik dalam bentuk aslinya nampaknya diilhami oleh bentuk hieroglif Mesir untuk "mata". Yunani mengadakan inovasi huruf; oleh sebab adanya konsonan hulu kerongkongan, maka mereka meminjam huruf ini menjadi huruf omikron untuk melambangkan bunyi / o /, yaitu suara yang kemudian ditetapkan untuk huruf ini dalam bahasa Etruska dan Latin. Dalam tulisan Yunani, ada huruf yang berbeda untuk membedakan bunyi o panjang (Omega, "O besar") dengan o kecil (Omikron, "O kecil").

Gambar 6. Perkembangan huruf O

            Setelah melihat perjalanan sejarah angka dan huruf tersebut, ternyata angka nol dan huruf o ini memiliki kesamaan dalam asal usul pembentukannya, yakni mereka ini terbentuk dari simbol mata.
Selain hal tersebut, ternyata angka nol dan huruf o ini tercipta untuk selalu bersama, buktinya ada sebagian negara di dunia yang dalam penamaan angka 0 ini dalam bahasa meraka terdapat bunyi huruf O. Contohnya dalam bahasa Indonesia sendiri penamaan angka 0 yaitu “NOL”, artinya disana terdapat bunyi huruf O, kemudian dalam bahasa Internasional yaitu Inggris, angka 0 yaitu “ZERO”, lalu dalam dan dalam bahasa Korea yaitu “JELO”, dalam bahasa Filipina yaitu “SERO”, serta dalam bahasa Georgia yatitu “NULOVANI”. Tapi kenyataanya ada beberapa negara seperti Belanda yaitu “NUL” dan Jerman “NULL”, yang sepertinya tidak terdapat bunyi huruf O?. Namun, melihat hal tersebut ternyata dalam beberapa bahasa, ortografi masing-masing bahasa membuat nilai fonetik huruf O ini berbeda-beda seperti dalam bahasa Belanda bunyi [U] yaitu vokal belakang tertutup bulat, artinya terdapat kesamaan dengan bunyi huruf O.
Dengan demikian, melihat fenomena-fenomena kemiripan angka nol dan huruf o tersebut, bisa dikatakan bahwa angka nol (0) dan huruf O ternyata memiliki keterkaitan sendiri mengapa memiliki kemiripan bentuk yang hampir sama.
Nah, maka dari itu dapat kita ketahui bahwa angka nol dan huruf o ini tercipta hampir sama namun berbeda, yang tanpa kita sadari bahwa fenomena ini adalah sebuah karunia dari Tuhan yang patut kita tafakuri.


 Daftar Pustaka
Hafara Jihan. (2012). Sejarah Huruf A sampai Z. [Online]. Tersedia : http://farawak.blogspot.com/2012/06/sejarah-huruf-sampai-z.html?m=1. [4 Maret 2015].
Nashiruddin Ahmad. (2013). Siapakah Penemu Angka Nol?. [Online]. Tersedia : http://sci.anashir.com/2013/07/05/093145/siapakah-penemu-angka-nol. [1 Juni 2015].
Ruslan Heri, Devi Anggraini Oktavika. (2012). Al-khawarizmi dan angka Nol. [Onlene]. Tersedia : http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/0624/m64kh5-al-khawarizmi-dan-angka-nol. [1 Juni 2015].
Setiawan Onar. (2013). Sejarah Perkembangan Angka di Dunia. [Online]. Tersedia: www.kompasiana.com/menircybergal/sejarah-perkembangan-angkadi-dunia_5530247b6ea834dc358b478. [4 Maret 2015].

Sabtu, 28 Februari 2015

My Poems

By : Yunita

Isi Hati

Malam ini sepi
Hatiku pun ikut sunyi
Lama menanti pagi
Tuk melihat senyum mu kembali

Malam ini sepi
Ku tulis sebuah puisi
Untuk mengungkapkan isi hati
Pada dia yang ku kagumi