Senin, 07 September 2020

Balada Seorang Nelayan

Hi guyss!
Sekarang aku mau berbagi tentang puisi balada yang aku buat pas lomba di tingkat SMP dulu, kebetulan tadi aku nemuin catatan puisinya bekas bimbingan dulu. Nah ini dia puisinya

Seorang Nelayan
Karya: Yunita

Bintang-bintang tengah bersemi
Langit yang kelam kau hiasi
Cahaya kegelapan tak lagi padam
Kini bersinar, terangi malam
Cakrawala bergema
Hanyut dalam buaian purnama

Gemuruh ombak seakan berbisik
Membuat hatimu kian terusik
Kaki melangkah, pergi berjalan
Kemanakah gerangan?

Pintu membuka pagar pelabuhan
Hati yang tegang menyimpan tujuan
Ombak lautan saling mengejar
Perahu pergi membawanya berlayar

Gelapnya malam
Dalamnya lautan
Dan dinginnya angin malam
Tak membuat api semangat padam

Baginya... 
Jauh berlayar, bukanlah hangan
Sunyinya malam, bukanlah tantangan
Menempuh badai, bukanlah cobaan
Banyaknya ikan tangkapan, itulah harapan

Hati ragu, jala kau lempar
Lama menunggu, jantungmu berdebar
Jala yang berat, kau pegang erat
Tanganmu menghapus keringat
Hati yang lega, ikan pun didapat

Berlayar sudah, rasanya lelah
Engkau melangkah menuju rumah
Ikan yang segar, tak ada yang busuk
Bau amis menyelinap masuk

Sang fajar telah bangun
Setetes embun membasahi daun
Malam pergi, hari berganti
Awan berkabut menyelimuti bumi
Telah lenyap terhapus mentari

Semangatmu tak pernah pudar
Tubuh yang kekar, selalu tegar
Ikan kau bawa pergi ke pasar
Untuk kau jual pada pedagang
Ikan hilang, uang pun datang

Sungguh malang, saat ia pulang
Pintu terbuka, tak ada orang
Tak ada suara, tak ada kata
Sunyi dan hampa, itu yang tersisa

Tanah kekeringan, menyimpan kehancuran
Batang kehausan, menyimpan tangisan
Daun berguguran, menyimpan bayangan
Ranting berjatuhan, menyimpan kenangan

Bencana menimpa, tak terduga
Tsunami melanda, tak terkira
Menyapu harta, menelan jiwa
Mengubah suka, menjadi duka
Menghapus bajagia, menjadi derita
Hidup merana, tak ada keluarga

Panas menyengat di kala siang
Lautan, arimu biru membentang
Jernih berkilau bagai permata
Pasir terhampar luas merata
Gemuruh ombak saling bersahutan
Kebisingan mematahkan kesunyian
Terumbu karang berserakan
Menarik, memikat pandangan

Lautan, baginya kau adalah teman
Tangisan hanyut terbawa gelombang
Tak ada hujan, ikan berdatangan
Angin yang kencang, ikan pun melayang

Kau bekerja seharian
Rasa lelah kau abaikan
Tenagamu seakan habis terkuras
Namun dirimu tak pernah lemas
Sayang, engkau tak dapat tidur pulas
Nanti malam, engkau harus pergi bergegas
Segera pergi ke pelabuhan
Kembali berlayar untuk menangkap ikan

Nah itu dia balada yang aku bikin pas waktu SMP dulu, ga bagus2 amat sih ya😂. Btw sebenarnya aku ga begitu suka sastra, hihii 😂😂😂

Tidak ada komentar:

Posting Komentar